.content{z-index:1;} .ad-left, .ad-left img {left:0px} .ad-right, .ad-right img {right:0px} .ad-left, .ad-right {bottom:0px; min-width:0px; max-width:120px; height:100%; text-align:center; white-space: nowrap; position: absolute; z-index:0; overflow:hidden; margin:0px; padding:0px} .ad-left .widget, .ad-right .widget, .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content { margin:0px;padding:0px;} .ad-left h2, .ad-right h2 {display:none} .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content {line-height:1;} .ad-left img, .ad-right img { top:32px; position:fixed; z-index:-1; opacity:0.7; width:120px; height:600px;} .ad-left a:link, .ad-right a:link { width:120px; height:600px; display:block; position:relative;} .ad-left:hover, .ad-right:hover{z-index:2} .ad-left .widget .widget-item-control img, .ad-right .widget .widget-item-control img {display:none;} Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2fuUkoz
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2gVUD1d

Senin, 25 November 2013

kumpulan istilah sastra bagian 4


KUMPULAN ISTILAH SASTRA  4
1.       ANALISIS
Dalam bahasa Inggris disebut analysis, maksud dari istilah ini adalah penguraian ( karya sastra) atas unsure-unsurnya, dengan tujuan memahami pertalian antara unsur – unsur tersebut di dalam mendukung makna karya sastra. Metode kritik sastra yang mencoba menganalisis cipta sastra bagian demi bagian.

2.       ANALITIK
Drama analitik, sebuah drama yang tidak pertama-tama mengembangkan sebuah peristiwa, melainkan tahap demi tahap membuka tirai, apa yang terjadi pada masa yang silam. Pertanyaan pokok ialah, “ siapa tahu apa?”. Contoh drama analitik adalah Oedipus Sang Raja, oleh Sophokles.

3.       ANALOG
Kata ini berasal dari bahasa Yunani Analogon. Dalam bahasa Inggris dan Perancis adalah analogue . analog adalah sesuatu yang ada padanannya. Dalam kesusastraan, dua versi dari cerita yang sama disebut analog. Misalnya, tema / cerita western banyak yang merupakan analog dari tema Robin Hood yaitu si miskin dilindungi dari ketamakan si kaya. Contoh lain adalah cerita Sampuraga dari Tapanuli sama dengan cerita Malin Kundang di Sumatera Barat yang analog dengan anak durhaka.    

4.       ANALOGI
Analogi adalah kesamaan sebagian cirri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan.

5.       ANAPES
Maksud dari istilah ini adalah “ kaki”, sajak yang terdiri dari tiga suku kata, dua suku kata tak betekanan yang diikuti oleh suku kata bertekanan.

6.       ANASIR
Segala sesuatu ( orang, paham, ajaran, sifat dan sebagainya), yang merupakan bagian atau termasuk ke dalam suatu keseluruhan ( suasana, perkumpulan, gerakan, dan sebagainya). Teks sastra menyampaikan dan mengandung anasir-anasir yang dapat dipahami untuk kemudian dihubungkan dengan berbagai kondisi realita. Anasir hampir disamakan pengertiannya dengan unsur.

7.       ANASTROF
Adalah gaya bahasa yang membalikkan urutan penggunaan kata dalam susunan kalimat untuk menarik perhatian orang terhadap subjek atau pelaku perbuatan. Contoh: anak itu dia yang melindunginya. Di sini, kata dia sengaja ditempatkan sesudah kelompok kata anak  itu. Urutan yang seharusnya adalah: dia yang melindungi anak itu.
8.       ANEKDOT
Anekdot adalah kisah singkat tentang suatu kejadian yang menarik, lucu, aneh yang berkenaan dengan sifat atau gagasan khas seorang tokoh. Tujuannya adalah membuat gambaran diri tokoh itu lebih hidup.

9.       ANGKAT LAYAR
Dalam bahasa Inggris disebut ring up. Makna istilah ini adalah mengangkat layar untuk mmulai pertunjukan drama. Pada pentas pertunjukan drama yang konvensional, pentas masih ditutupi layar pada bagian depannya. Hal pengangkatan atau penggulungan layar tersebut yang disebut angkat layar.
 
10.   ANGKATAN
Angkatan atau generation, maksudnya adalah penamaan untuk kelompok sastrawan sepaham yang melakukan kegiatan, secara sadar atau tidak, dalam satu zaman yang sama dan bertindak dalam satu kesatuan yang berpengaruh pada suatu masa tertentu. Secara umum, kelompok sastrawan itu menganut prinsp yang sam yang mendasari karyanya.

11.   ANGKATAN BALAI PUSTAKA
Angkatan balai pustaka disebut juga angkatan 20-an, pada masa itu sekitar tahun 1920-an kebanyakan karya sastra diterbitkan oleh penerbit balai pustaka, itulah sebabnya pengarang pada angkatan ini dikenal dengan julukan angkatan balai pustaka. Pada periode ini, dikenal pengarang seperti, Nur Sutan Iskandar, Abdul Muis, Marah Rusli, Muhammad kasim, Merari Siregar. Puncak karya sastra zaman ini adalah novel Siti Nurbaya  karya Marah Rusli, karena itu angkatan ini dikenal pula sebagai angkatan Siti Nurbaya. Meskipun demikian , beberapa karya sastra lain juga menonjol, seperti, salah Asuhan karya Abdul Muis, Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Pada masa ini pengarang yang prodktif kebanyakan dari daerah sumatera, sehingga isi dari karyanya pun menyangkut hal-hal yang sifatnya local dari daerah tersebut, seperti kawin paksa, kesewenangan kaum tua ( adat) terhadap kaum muda.

12.   ANGKATAN PUJANGGA BARU
Mengapa dinamakan “angkatan pujangga baru”?, nama yang diberkan kepada sejumlah pengarang yang memuat karyanya ke dalam sebuah majalah kebudayaan “ Poedjangga Baroe” .
Majalah ini mempublikasikan tulisan-tulisan berupa puisi, cerita pendek, roman dan lainnya. Para penulisnya adalah golongan terpelajar dan intelektual muda Indonesia. Angkatan ini berkisar tahun 1930-an. Di antara pengarang yang menjadi tokoh angkatan ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, dan Amir Hamzah. Selain itu terdapat juga nama – nama seperti sanusi pane, ali hasymi, selasih, mozasa. Beberapa karya yang dapat disebutkan sebagai karya yang mencirikan angkatan ini adalah nyanyi sunyi, buah rindu, setanggi timur karya dari amir hamzah, juga novel layar terkembang karya sutan takdir alisyahbana dan novel belenggu karya armijn pane. Hal –hal yang diangkt dalam karya angkatan ini berkisar pada persoalan- persoalan kebangsaan dan emansipasi wanita.


13.   ANGKATAN CHAIRIL ANWAR
Angkatan ini dikenal pula dengan nama angkatan 45, penamaan ini pertama kali dikemukakan oleh Rosihan Anwar dalam majalah Siasat edisi 9 Januari 1949 sebagai nama yang diberikan kepada  para sastrawan kesusaatraan modern Indonesia yang berkarya di sekita zaman penjajahan Jepang. Angkatan ini pun disebut sebagai “ angkatan kemerdekaan”, tetapi tidak sepopuler angkatan 45.  Para pengarang yang termasuk ke dalam angkatan ini adalah sperti chairil Anwar ( pelopor angkatan ini) , Asrul Sani, Rivai Apin, Usmar Ismail, Idrus, Pramoedya Ananta Toer, Ida Nasution, Utuy Tatang Sontani, Balfas, dan J.E Tatengkeng.

Tidak ada komentar: