.content{z-index:1;} .ad-left, .ad-left img {left:0px} .ad-right, .ad-right img {right:0px} .ad-left, .ad-right {bottom:0px; min-width:0px; max-width:120px; height:100%; text-align:center; white-space: nowrap; position: absolute; z-index:0; overflow:hidden; margin:0px; padding:0px} .ad-left .widget, .ad-right .widget, .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content { margin:0px;padding:0px;} .ad-left h2, .ad-right h2 {display:none} .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content {line-height:1;} .ad-left img, .ad-right img { top:32px; position:fixed; z-index:-1; opacity:0.7; width:120px; height:600px;} .ad-left a:link, .ad-right a:link { width:120px; height:600px; display:block; position:relative;} .ad-left:hover, .ad-right:hover{z-index:2} .ad-left .widget .widget-item-control img, .ad-right .widget .widget-item-control img {display:none;} Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2fuUkoz
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2gVUD1d

Kamis, 16 Januari 2014

PERGI

PERGI

sudah.....
tak usah kau palingkan lagi wajahmu untukku,,,
sebab memandangmu saat kau beranjak pergi
adalah kesakitan yang membuatku rapuh

kau memang telah berjanji padaku
kembali sebelum mentari ke peraduannya...

tapi, entah,,,
semuanya membuatku terlalu lemah
untuk kau tinggalkan aku
di tengah gerimis pagi ini...

Selasa, 10 Desember 2013

BUMIKU, BUMIMU, BUMI KITA BERTERIAK


Kaccia, 21 oktober 2008
                                                                                                        
BUMIKU, BUMIMU, BUMI KITA BERTERIAK

Binasalah kita di atas sebuah penghambaan
Ketika kedamaian itu terusik keserakahan

Kita sadar kita berbuat , tapi....
Lupa akibat masa datangnya.....

Seperti cerita ini
“bumiku , bumimu, bumi kita berteriak”

Kita punya hati
Tapi kita tak punya rasa
Kita bilang kasihan
Tapi tak bisa beri harapan

Aku, kamu ,kita .....
Untuk apa hadir di sini
Bumi kita berteriak....merontah......
Bumi kita muak terkuak
Untuk apa hadir di persada
Jika aku, kamu dan kita....

Berdiri tertegun menjadi hamba – hamba sesat

(lagu ibu pertiwi)


Bumi kita berteriak
Tolong...... tolong.....
Tak terhiraukan


Sayang .......
Bumi kita berteriak
Memanggil
Memanggil kita
Memanggil kita dalam-dalam


Aku, kamu dan kita
Melangkah malu
Tapi belum lalu

Bumiku, bumimu, bumi kita berteriak
Ku dekati, ku rangkul
Lalu......
Ku selimuti  ia dengan mimpi-mimpi hijau

Rabu, 27 November 2013

edelways 6 ( poem for love)


Kaccia, 27 November 2013
Edelways 6 ( poem for love)

Jika kau tanyakan mengapa aku memilih dirimu
maka tanyakan kepada kupu-kupu
mengapa ia memilih bunga
jika kau bertanya kepadaku tentang seberapa besar kamu mencintaiku?
Maka diamlah sejenak lalu bertanya ke dalam benakmu
Seberapa seringkah hatimu memiliki waktu untuk merasakan keberadaanku

Cinta tak harus selalu diucapkan untuk bisa dirasakan
Kadang dengan senyuman
Cinta bisa terasa begitu nyaman
Cinta tak harus selalu dibisikkan untuk bisa menggetarkan
Kadang dengan sentuhan
Cinta bisa terasa begitu menggairahkan

Kita ini pembeda yang disatukan
Bukan penyatu yang dibedakan

Jika diriku tak sampai pada harapmu yang sempurna
Izinkan tetap diriku berada damai dalam hatimu
Walau hanya dalam bilik hatimu yang sempit
Sebab itupun kuhargai dengan sepenuh cinta

Senin, 25 November 2013

kumpulan istilah sastra bagian 4


KUMPULAN ISTILAH SASTRA  4
1.       ANALISIS
Dalam bahasa Inggris disebut analysis, maksud dari istilah ini adalah penguraian ( karya sastra) atas unsure-unsurnya, dengan tujuan memahami pertalian antara unsur – unsur tersebut di dalam mendukung makna karya sastra. Metode kritik sastra yang mencoba menganalisis cipta sastra bagian demi bagian.

2.       ANALITIK
Drama analitik, sebuah drama yang tidak pertama-tama mengembangkan sebuah peristiwa, melainkan tahap demi tahap membuka tirai, apa yang terjadi pada masa yang silam. Pertanyaan pokok ialah, “ siapa tahu apa?”. Contoh drama analitik adalah Oedipus Sang Raja, oleh Sophokles.

3.       ANALOG
Kata ini berasal dari bahasa Yunani Analogon. Dalam bahasa Inggris dan Perancis adalah analogue . analog adalah sesuatu yang ada padanannya. Dalam kesusastraan, dua versi dari cerita yang sama disebut analog. Misalnya, tema / cerita western banyak yang merupakan analog dari tema Robin Hood yaitu si miskin dilindungi dari ketamakan si kaya. Contoh lain adalah cerita Sampuraga dari Tapanuli sama dengan cerita Malin Kundang di Sumatera Barat yang analog dengan anak durhaka.    

4.       ANALOGI
Analogi adalah kesamaan sebagian cirri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan.

5.       ANAPES
Maksud dari istilah ini adalah “ kaki”, sajak yang terdiri dari tiga suku kata, dua suku kata tak betekanan yang diikuti oleh suku kata bertekanan.

6.       ANASIR
Segala sesuatu ( orang, paham, ajaran, sifat dan sebagainya), yang merupakan bagian atau termasuk ke dalam suatu keseluruhan ( suasana, perkumpulan, gerakan, dan sebagainya). Teks sastra menyampaikan dan mengandung anasir-anasir yang dapat dipahami untuk kemudian dihubungkan dengan berbagai kondisi realita. Anasir hampir disamakan pengertiannya dengan unsur.

7.       ANASTROF
Adalah gaya bahasa yang membalikkan urutan penggunaan kata dalam susunan kalimat untuk menarik perhatian orang terhadap subjek atau pelaku perbuatan. Contoh: anak itu dia yang melindunginya. Di sini, kata dia sengaja ditempatkan sesudah kelompok kata anak  itu. Urutan yang seharusnya adalah: dia yang melindungi anak itu.
8.       ANEKDOT
Anekdot adalah kisah singkat tentang suatu kejadian yang menarik, lucu, aneh yang berkenaan dengan sifat atau gagasan khas seorang tokoh. Tujuannya adalah membuat gambaran diri tokoh itu lebih hidup.

9.       ANGKAT LAYAR
Dalam bahasa Inggris disebut ring up. Makna istilah ini adalah mengangkat layar untuk mmulai pertunjukan drama. Pada pentas pertunjukan drama yang konvensional, pentas masih ditutupi layar pada bagian depannya. Hal pengangkatan atau penggulungan layar tersebut yang disebut angkat layar.
 
10.   ANGKATAN
Angkatan atau generation, maksudnya adalah penamaan untuk kelompok sastrawan sepaham yang melakukan kegiatan, secara sadar atau tidak, dalam satu zaman yang sama dan bertindak dalam satu kesatuan yang berpengaruh pada suatu masa tertentu. Secara umum, kelompok sastrawan itu menganut prinsp yang sam yang mendasari karyanya.

11.   ANGKATAN BALAI PUSTAKA
Angkatan balai pustaka disebut juga angkatan 20-an, pada masa itu sekitar tahun 1920-an kebanyakan karya sastra diterbitkan oleh penerbit balai pustaka, itulah sebabnya pengarang pada angkatan ini dikenal dengan julukan angkatan balai pustaka. Pada periode ini, dikenal pengarang seperti, Nur Sutan Iskandar, Abdul Muis, Marah Rusli, Muhammad kasim, Merari Siregar. Puncak karya sastra zaman ini adalah novel Siti Nurbaya  karya Marah Rusli, karena itu angkatan ini dikenal pula sebagai angkatan Siti Nurbaya. Meskipun demikian , beberapa karya sastra lain juga menonjol, seperti, salah Asuhan karya Abdul Muis, Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Pada masa ini pengarang yang prodktif kebanyakan dari daerah sumatera, sehingga isi dari karyanya pun menyangkut hal-hal yang sifatnya local dari daerah tersebut, seperti kawin paksa, kesewenangan kaum tua ( adat) terhadap kaum muda.

12.   ANGKATAN PUJANGGA BARU
Mengapa dinamakan “angkatan pujangga baru”?, nama yang diberkan kepada sejumlah pengarang yang memuat karyanya ke dalam sebuah majalah kebudayaan “ Poedjangga Baroe” .
Majalah ini mempublikasikan tulisan-tulisan berupa puisi, cerita pendek, roman dan lainnya. Para penulisnya adalah golongan terpelajar dan intelektual muda Indonesia. Angkatan ini berkisar tahun 1930-an. Di antara pengarang yang menjadi tokoh angkatan ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, dan Amir Hamzah. Selain itu terdapat juga nama – nama seperti sanusi pane, ali hasymi, selasih, mozasa. Beberapa karya yang dapat disebutkan sebagai karya yang mencirikan angkatan ini adalah nyanyi sunyi, buah rindu, setanggi timur karya dari amir hamzah, juga novel layar terkembang karya sutan takdir alisyahbana dan novel belenggu karya armijn pane. Hal –hal yang diangkt dalam karya angkatan ini berkisar pada persoalan- persoalan kebangsaan dan emansipasi wanita.


13.   ANGKATAN CHAIRIL ANWAR
Angkatan ini dikenal pula dengan nama angkatan 45, penamaan ini pertama kali dikemukakan oleh Rosihan Anwar dalam majalah Siasat edisi 9 Januari 1949 sebagai nama yang diberikan kepada  para sastrawan kesusaatraan modern Indonesia yang berkarya di sekita zaman penjajahan Jepang. Angkatan ini pun disebut sebagai “ angkatan kemerdekaan”, tetapi tidak sepopuler angkatan 45.  Para pengarang yang termasuk ke dalam angkatan ini adalah sperti chairil Anwar ( pelopor angkatan ini) , Asrul Sani, Rivai Apin, Usmar Ismail, Idrus, Pramoedya Ananta Toer, Ida Nasution, Utuy Tatang Sontani, Balfas, dan J.E Tatengkeng.

kumpulan istilah sastra bagian 3


KUMPULAN ISTILAH SASTRA BAGIAN 3

1.       Ambiguitas
(1). Makna ganda yang terdapat pada kata atau kalimat yang digunakan dalam karya sastra untuk mendapatkan efek tertentu dalam karya sastra tersebut. (2) keraguan-raguan atau ketidakpastian dalam menafsirkan makna kata atau ungkapan dalam karya sastra karena adanya beberapa kemungkinan. (3) ketidakpastian dalam menafsirkan maksud dan makna suatu karya sastra karena adanya beberapa kemungkinan.

2.      Ambivalens
Dari istilah Bahasa Inggris, ambivalence makna istilah itu adalah ( 1) ketidakpastian dalam penilaian karena sikap mendua terhadap orang atau objek yang sama. ( 2) ketidakpastian yang terutama disebabkan ketidakmampuan memilih, atau berbuat sekaligus dua hal yang bertentangan.

3.      Ameliorasi
istilah gaya bahasa. Ameliorasi adalah perubahan makna kata yang mencerminkan makna sekarang lebih baik atau lebih terhormat dari sebelumnya. Contoh, kata “ wanita ” sekarang lebih tinggi derajatnya dari kata “ perempuan ”. ameliorasi adalah kebalikan dari peyorasi.

4.      Amfiteater
dalam bahasa inggris disebut amphitheatre. Amfiteater adalah bangunan berbentuk bulat elips dengan arena di tengah-tengahnya. Tempat duduk penonton melingkar makin jauh dari pusat dan makin tinggi ke belakang.

5.      Amplifikasi
Adalah pengembangan naskah berupa uraian, penjelasan atau penggunaan kata-kata oleh penyalin atau pembaca yang kemudian masuk ke dalam salinan berikutnya.

6.      Amplikasi
Gaya bahasa yang membeberkan sesuatu dengan panjang lebar, dengan segala seginya.
 
7.      Anabasis
Adalah bagian dari alur cerita yang menggambarkan penonjolan kejadian menuju klimaks.


8.      Anafora
Istilah gaya bahasa. Anaphora adalah pengulangan sebuah kata atau lebih pada awal beberapa larik sajak atau kalimat yang berurutan. Maksudnya untuk mencapai efek kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa.
Contoh:

Meski Malino tidak berpohon lagi
Meski Losari tidak berair lagi
Meski Jeneponto tidak berkuda lagi
Meski Somba Opu tidak berpuing lagi

( dikutip dari penggalan puisi “ SUKMAKU DI TANAH MAKASSAR”, Karya ASIA RAMLI PRAPANCA).

9.      Anagoge
Anagoge adalah penafsiran atau penggunaan kata secara mistis atau spiritual, terutama sekali kata-kata yang dianggap berasal dari kitab suci. Mekah, misalnya adalah sebuah kota di Arab Saudi, tetapi juga merupakan anagoge untuk “ Kota Suci Umat Islam”.

10.  Anagram
Anagram adalah kata yang terjadi dengan menyusun kembali huruf-huruf sebuah kata lain atau sejumlah kata. Dalam aliran-aliran mistik dari Timur Tengah dan Timur, kombinasi huruf-huruf tertentu dianggap punya arti magis.

11.  Anagronisis
Adalah istilah Aristoteles dalam teorinya tentang tragedi untuk menggambarkan kesadaran protagonis akan keadaan yang menimpa dirinya, baik sebagai akibat perbuatannya sendiri maupun akibat nasib yang menimpa dirinya.

12.  Anakoluton
Istilah gaya bahasa. Gaya bahasa yang memulai kalimat dengan suatu masalah dan mengakhiri kalimat itu dengan masalah lain. Contoh: (a) kita tahu bagaimana korupsi di negara kita, tetapi sebaiknya kita ganti saja topik pembicaraan kita, (b) mereka sedang meneror kita dan adakah kalian menyadarinya?




13.  Anakronisme
Anakronisme dapat diartikan sebagai pelanggaran terhadap urutan atau keadaan waktu. Dalam drama atau cerita misalnya, bila pengarang menampilkan seseorang dari zaman dahulu dengan bahasa atau pakaian dari zaman sekarang.