.content{z-index:1;} .ad-left, .ad-left img {left:0px} .ad-right, .ad-right img {right:0px} .ad-left, .ad-right {bottom:0px; min-width:0px; max-width:120px; height:100%; text-align:center; white-space: nowrap; position: absolute; z-index:0; overflow:hidden; margin:0px; padding:0px} .ad-left .widget, .ad-right .widget, .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content { margin:0px;padding:0px;} .ad-left h2, .ad-right h2 {display:none} .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content {line-height:1;} .ad-left img, .ad-right img { top:32px; position:fixed; z-index:-1; opacity:0.7; width:120px; height:600px;} .ad-left a:link, .ad-right a:link { width:120px; height:600px; display:block; position:relative;} .ad-left:hover, .ad-right:hover{z-index:2} .ad-left .widget .widget-item-control img, .ad-right .widget .widget-item-control img {display:none;} Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2fuUkoz
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2gVUD1d

Sabtu, 29 September 2012

sebuah tanda kabung ( puisi tentang lingkungan)


Kaccia , 21 Oktober 2008

SEBUAH TANDA KABUNG UNTUK ZAMRUD HIJAU KHATULISTIWA

 Khalifah persada negeri ini sepertinya tak pernah tahu
Ia telah merangkai bunga duka untuk sang pertiwi
Kelak ..
Anak cucu negeri ini menjual karangan bunga yang bertuliskan
“turut berduka cita atas perginya sang zamrud hijau khatulistiwa”

Tak hanya sampai di situ.....
Cicit negeri ini pun bakal mendulang emas
Lewat “eksploitasi hijau”
Sambil membawa rangkaian kalung bunga
Bagi para pembabat hutan
Yang tak jelek kalau ku juluki
“pemahat nisan” bagi zamrud hijau khatulistiwa

Mereka “sang hantu hutan” datang dari jiwa materialis
Terbang bersayap putih membalut tubuhnya
Laksana malaikat kecil pembawa kabar gembira

Membisikkan materi ke telinga-telinga matre
Membagikan berkah yang tak lain hanyalah 
Kuncup huldi yang mulai merekah

Hingga akhirnya di setiap sudut negeri ini
Berorasikan “ hidup malaikat eksploitasi hijau!, hidup!”

Lalu khalifah sesat di setiap sudut kota
Mengalungkan rangkaian kembang memajangkan ucapan

“Selamat dan Sukses Atas PT Eksploitasi Hijau Negeri Zamrud Hijau Khatulistiwa”

Terlena ...... terlena hingga akhirnya
Sang ayah mengslungkan bunga duka
Bagi anak cucu yang masih bersemayam di alam kasih sayang

Kasihan.....

Tapi inilah bukti khalifah negeri ini
Mengalungkan bunga duka
Sebagai tanda kabung untuk zamrud hijau khatulistiwa



3 komentar:

Muhammad Dahlan mengatakan...

one of my favourite poet that i have been written

Ihdi Zen mengatakan...

as a matter of fact in world, thaks for your opinion :)

Muhammad Dahlan mengatakan...

yah,,,,, thanks too about your comment bro....