.content{z-index:1;} .ad-left, .ad-left img {left:0px} .ad-right, .ad-right img {right:0px} .ad-left, .ad-right {bottom:0px; min-width:0px; max-width:120px; height:100%; text-align:center; white-space: nowrap; position: absolute; z-index:0; overflow:hidden; margin:0px; padding:0px} .ad-left .widget, .ad-right .widget, .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content { margin:0px;padding:0px;} .ad-left h2, .ad-right h2 {display:none} .ad-left .widget-content, .ad-right .widget-content {line-height:1;} .ad-left img, .ad-right img { top:32px; position:fixed; z-index:-1; opacity:0.7; width:120px; height:600px;} .ad-left a:link, .ad-right a:link { width:120px; height:600px; display:block; position:relative;} .ad-left:hover, .ad-right:hover{z-index:2} .ad-left .widget .widget-item-control img, .ad-right .widget .widget-item-control img {display:none;} Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2fuUkoz
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2a2gVUD1d

Minggu, 15 Oktober 2017

Promosi Terbuka Kepala Sekolah Sebagai Bentuk Meritokrasi Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi



Promosi Terbuka Kepala Sekolah Sebagai Bentuk Meritokrasi Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi

(M. Dahlan 2017, mdahlan.dahlan55@gmail.com /081343501909)

Kondisi pendidikan di Indonesia sepertinya akan selalu menarik perhatian untuk dibahas. Kompleksitas dari masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita yang membuatnya sedemikian rentan dan selalu seksi untuk diangkat ke permukaan. Terlebih jika menilik  Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yaitu  mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan tersebut dapat dicapai ketika kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam mengelola pendidikan sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan itu sendiri. Namun tidak jarang kita mendengar di media televisi maupun internet mulai dari dana pendidikan yang kerap kali menjadi sorotan masyarakat. kompetensi guru yang belum sepenuhnya maksimal, terjadinya miskonsepsi pendidikan antara orangtua siswa dan guru yang berujung pada kekerasan terhadap siswa maupun guru. Namun pernahkah memikirkan bahwa beberapa kejadian yang terjadi di lingkungan sekolah tidak terlepas dari kendali pemimpin sekolah yang dikenal dengan kepala sekolah.
Kepala sekolah merupakan bagian terpenting dari sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Wahjosumidjo (2005:82) “ kepala sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah”. Sosok yang menjadi figur bagi guru dalam melakoni pendidikan. Kepala sekolah ibarat ayah sekaligus ibu bagi guru dan siswa serta orang  tua siswa di sekolah. Ibu dan ayah yang memberikan bimbingan dan arahan yang baik terhadap anak-anaknya akan memberikan dampak yang baik pula terhadap perkembangan anak-anaknya. Seperti halnya kepala sekolah yang mampu membimbing guru-gurunya agar lebih baik maka akan berdampak pada kemampuan guru untuk membimbing siswa menjadi lebih baik.
Pandangan akan pentingnya kedudukan kepala sekolah sebagai bagian yang menjadi pilar utama dalam memajukan pendidikan juga tidak terlepas dari perhatian pemerintah Kota Makassar. Hal inilah yang mendasari diberlakukannya promosi terbuka di kalangan kepala sekolah negeri se Kota Makassar yang berlangsung pada bulan Desember 2015 hingga Maret tahun 2016 dengan melalui sejumlah tes yang ketat dan beragam. Tujuannya mencari para pemimpin sekolah yang handal mampu memajukan dunia pendidikan Kota Makassar.
Kebijakan promosi terbuka juga dilatarbelakangi oleh pemikiran pemerintah Kota Makassar yang ingin mengubah cara pandang masyarakat Makassar yang di kepalanya telah tertanam pemahaman bahwa jabatan kepala sekolah adalah jabatan uang, siapa saja dapat menjadi kepala sekolah jika memiliki kekuatan untuk membeli jabatan tersebut tanpa harus memiliki kompetensi yang mumpuni.
Data hasil uji kompetensi guru dan kepala sekolah  di Sulawesi Selatan dinilai masih sangat rendah. Untuk hasil uji kompetensi pada tahun 2015 (sumber: Dinas Pendidikan Kota Makassar) nilai hasil uji kompetensi guru di Sulawesi Selatan di bawah rata-rata yaitu hanya 40 jika dibandingkan rata-rata nasional 47. Nilai hasil uji kompetensi kepala sekolah berada di angka 42,42  terpaut 3,50 poin dari rata-rata nilai nasional yaitu 45,92 yang pada kenyataannya, nilai standar untuk uji kompetensi guru (UKG) dan uji kompetensi kepala sekolah (UKKS) pada tes tahun 2015 adalah 5,50. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar pertimbangan pemerintah Kota Makassar untuk berani mengambil tindakan dalam menghasilkan sebuah meritokrasi dalam jabatan kepala sekolah melalui promosi terbuka agar mampu mendongkrak kompetensi UKKS di Sulawesi Selatan melalui perubahan di Kota Makassar.
Promosi terbuka yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar merupakan salah satu dari beberapa kebijakan pendidikan yang dicanangkan. Kebijakan ini mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat, sedikit banyak masyarakat mulai mengambil peran menjadi penilai dalam menjalankan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat yang terpelajar. Di samping itu terlihat gejala anomali dalam diri guru, terdapat kurang lebih 1000 guru dari semua tingkatan (dari data dinas pendidikan Kota Makassar, 2015) yang berperan serta dalam menyukseskan kebijakan promosi terbuka tersebut. Para guru yang merasa memiliki kemampuan di atas rata-rata dengan senang hati mengikuti rangkaian seleksi promosi terbuka, hal ini dapat mengindikasikan bahwa kebijakan ini secara tidak langsung telah membuka ruang yang selama ini memiliki sekat untuk dilalui oleh para guru profesional untuk memangku jabatan starategis tersebut yakni kepala sekolah .
Kebijakan lelang jabatan atau yang selayaknya disebut promosi terbuka kepala sekolah di Kota Makassar, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007. Di mana dalam peraturan tersebut berisi  tentang standar penentuan kualifikasi seseorang untuk dapat diangkat sebagai kepala sekolah. Kualifikasi umum kepala sekolah meliputi:
(a). memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi. (b). pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. (c). memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun menurut jenjang sekolah maing-masing. (d). memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan  yang dikeluarkan oleh yayasa atau lembaga yang berwenang.

Kepala sekolah yang tentunya mampu menjadi pemimpin yang baik bagi keberlangsungan sekolah. Demi terwujudnya good governance di sekolah diperlukan karakter kepala sekolah yang berkualitas serta teknik kepemimpinan yang mampu menunjang keberhasilan program dan kegiatan. Sastrohardiwiryo (Venantius,2013: 3) mengatakan bahwa keteladanan seorang pemimpin dapat mendorong disiplin yang kuat bagi tenaga kerja yang membangkitkan diri di bawah kepemimpinan yang bersangkutan sekalipun kepemimpinan tersebut kurang efektif.
Keteladanan seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah merupakan hal penting yang harus diperbaiki jika terdapat kekurangan di dalamnya. Keteladanan merupakan bagian dari indikator yang membentuk kompetensi seorang kepala sekolah.
Kompetensi kepala sekolah merupakan hal yang perlu ditingkatkan dan hendaknya menjadi perhatian pemerintah. Kompetensi yang dimiliki sangat berperan penting dalam membentuk atmosfer sekolah menjadi lebih baik. Kompetensi itu pula yang mampu menjadi penjabaran dan refleksi serta cermin dari sekolah yang dipimpinnya. Terdapat lima macam kompetensi yang dimiliki kepala sekolah yang tentunya kesemuanya itu patut untuk ditingkatkan demi tercapainya kepemimpinan yang memiliki nilai efektivitas dan efisiensi.  
Di Kota Makassar, program promosi terbuka kepala sekolah mampu memberikan gambaran yang sangat jelas, bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat adanya program promosi terbuka dalam upaya meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Yang berujung pada terciptanya meritokrasi pendidikan. sebab dari 40 sekolah negeri dalam hal ini 4 SMP dan 26 SD yang dijadikan subjek penelitian. Menghasilkan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil uji kompetensi sebesar 20 poin. Dengan gambaran bahwa rata-rata kompetensi sebelum promosi terbuka dilaksanakan, tingkat kompetensi kepala sekolah hanya mencapai 54 dan setelah dilaksanakan promosi terbuka kepala sekolah meningkat menjadi 75.
Sebagai kesimpulan bahwa promosi terbuka mampu meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan dapat dikatakan menjadi manifestasi bagi terwujudnya  sistem meritokrasi bidang pendidikan. sehingga cita-cita nasional Indonesia dapat terwujud sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar kita.



Tidak ada komentar: