Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

PERGI

PERGI sudah..... tak usah kau palingkan lagi wajahmu untukku,,, sebab memandangmu saat kau beranjak pergi adalah kesakitan yang membuatku rapuh kau memang telah berjanji padaku kembali sebelum mentari ke peraduannya... tapi, entah,,, semuanya membuatku terlalu lemah untuk kau tinggalkan aku di tengah gerimis pagi ini...

edelways 6 ( poem for love)

Kaccia, 27 November 2013 Edelways 6 ( poem for love) Jika kau tanyakan mengapa aku memilih dirimu maka tanyakan kepada kupu-kupu mengapa ia memilih bunga jika kau bertanya kepadaku tentang seberapa besar kamu mencintaiku? Maka diamlah sejenak lalu bertanya ke dalam benakmu Seberapa seringkah hatimu memiliki waktu untuk merasakan keberadaanku Cinta tak harus selalu diucapkan untuk bisa dirasakan Kadang dengan senyuman Cinta bisa terasa begitu nyaman Cinta tak harus selalu dibisikkan untuk bisa menggetarkan Kadang dengan sentuhan Cinta bisa terasa begitu menggairahkan Kita ini pembeda yang disatukan Bukan penyatu yang dibedakan Jika diriku tak sampai pada harapmu yang sempurna Izinkan tetap diriku berada damai dalam hatimu Walau hanya dalam bilik hatimu yang sempit Sebab itupun kuhargai dengan sepenuh cinta

edelways 4

Gowa, 27 Juni 2012 Edelways 4 Bukan aku tak ingin ini terjadi Tapi mengapa waktu menjawabnya Saat hati ini belum mampu menerima segalanya Kau tega bermetamorfosa dengan kehendakmu Menentang alam…. Hingga kau pun tak sanggup Untuk meraba perasaanku Yang pernah kau getarkan Dengan senyum dan gemulai gerakmu Ya…. Itu dulu ketika kita masih bersama Berjalan menyusuri setapak-setapak Di dekat ruang yang tak pasti Aku hanya bimbang menunggu untuk sebuah ketidakpastian Hingga waktu mengutuk diriku menjauh darimu Ke lorong waktu yang tak pernah ku kenal Dan di sana ku dapati dirimu dalam bayang hitam Memberiku sebuah kotak pandorra Lalu kau berpaling sambil tersenyum Meninggalkanku dalam sudut waktu yang begitu asing bagiku Kau pun memanggil namaku Lalu hilang dalam bayang-bayang senja di mimpiku

tak semestinya kau begitu ( puisi cinta, story of love)

Kaccia, 21 Oktober 2008 Tak semestinya kau begitu Sayang.... Tak semestinya kau begitu.......... Kau kagum... Kau simpati, atau... Kau empati padaku? Tak semestinya kau begitu.... Sebab tak sepatutnya aku dapatkan semua itu Kagummu padaku Simpatimu padaku... Bahkan, empatimu padaku.... Sayang.... Pandanglah dunia dari segala arah Kau kan temukanku Sebagai satu arah yang tak berujung tentunya.... Sayang .... Ni k matilah suguhan minuman di semua bejana Kau kan dapatkanku Sebagai arak terkecut yang mengerutkan dahi.... Sayang..... Titilah waktu yang terbentang di hadapanmu.... Niscaya kau kan dapatkanku Bagaikan hempasan waktu yang tak punya arti Yang tersayang.... Genggam dan lepaskanlah rasa itu.... Sebab, aku tak pantas untuk dapatkan   semua itu.... Karena tak semestinya kau begitu..... “ don’t cry for me, don’t smile for me” Because I don’t know “.... why do you want to cry and smile for me......

temaram senja

Mei 2004 Temaram Senja ( puisi ini kudedikasikan untuk ibuku tercinta yang meninggal di bulan mei 2004, ku tulis sajak ini di hari ia meninggalkan kami sekeluarga untuk selamanya, buat ibu,,, aku belum mampu berbuat banyak dalam kebaikan,,,, tapi aku berjanji akan menjadi manusia yang lebih baik dan berguna dunia akhirat untuk diriku, keluarga dan bangsaku,,,, amin ya robbal alamin ) Suatu temaram senja Yang mengharubirukan Menggeliatkan sejuta gelora Menepikan segala kehangatan Suatu temaram senja Yang menyimpan suka dan duka Merenungkan segala kebatilan jiwa Mendendangkan suatu tembang pilu Suatu temaram senja Yang memekik di tengah kedamaian Menghempas badai di angkasa Suatu temaram senja Yang mengharubirukan yang menyimpan suka dan duka yang memekik di tengah kedamaian suatu temaram senja suatu elegi umat manusia suatu rahasia yang maha ghaib yang terungkap lewat suatu temaram senja